Sistem Politik Indonesia, Pengantar Awal untuk Pemula
Tahukah Anda sistem politik Indonesia? Banyak orang yang enggan belajar sistem politik Indonesia karena beranggapan sistem politik Indonesia itu kejam alias kotor. Tidak peduli siapa pun, selagi tidak sejalan dengan kepentingan yang akan dituju maka orang tersebut dianggap musuh. Dalam sistem politik Indonesia, tidak ada musuh yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi.
Dalam hal sistem politik Indonesia, negara ini sangatlah kaya akan pembelajaran politik. Apalagi Indonesia dikenal sebagai negara nomor dua di dunia yang memiliki sistem demokrasi yang berjalan baik seperti demokrasi di Amerika Serikat. Bayangkan itu, betapa besarnya bangsa kita di mata dunia. Hal ini berarti sistem politik Indonesia berjalan dalam koridor yang benar.
Menurut pengamat politik Indonesia, R. William Liddle, "Sistem demokrasi liberal sesuai keinginan masyarakat Indonesia. Dalam kaitan dengan demokrasi, pers Indonesia mencerminkan kebebasan berpendapat. Tantangan demokratisasi di Indonesia, bagaimana memperbaiki sistem kepartaian supaya pemimpin partai adalah orang yang kompeten, jujur, dan mewakili kepentingan masyarakat. Masa depan demokrasi di Indonesia boleh membanggakan. Hal ini dulu tidak terbayangkan oleh banyak pengamat, termasuk saya.”
Hebatnya lagi, di Indonesia terdapat banyak etnis yang bukan saja etnis asli-suku-suku yang ada di Indonesia melainkan juga etnis Tionghoa. Etnis Tionghoa saat ini pelan-pelan sudah mulai memasuki wilayah politik. Sebab, orang Tionghoa sadar jika menabukan berpolitik, mereka akan selalu dijadikan "kambing hitam".
Ketika ada bentrokan massa-kerusuhan politik seperti toko-toko Tionghoa yang diserbu. Memang, dalam sistem politik Indonesia belum tertuang aturan baku, soal boleh tidaknya etnis Tionghoa duduk di parlemen walaupun kita tahu ada satu-dua keturunan Tionghoa yang duduk di parlemen.
- Mundur
- Maju >>